Disini Gelap

”  Tolong … disini gelap… tolong “

Sebuah suara yang sangat lirih terus mengikutiku hingga kini , sudah seminggu sejak suara itu mengikutiku kemanapun aku pergi , namaku Inge Dwi lastri dan aku sudah berstatus mahasiswi di salah satu universitas terkenal di jakarta dan aku akan membagi kisahku bersama Maya seorang perempuan korban kecelakaan tabrak lari di daerah Pondok Indah …

Pagi itu ..

” mah , inge mau keluar sebentar yah mau ke toko buku yang baru buka didaerah pondok indah  , inge pergi sama dian nanti kita pulang lumayan malem ya ”

aku meminta ijin dari mamahku untuk pergi bersama dian temanku sejak smp , dian dan aku memiliki satu perbedaan yaitu dian termaksud anak spesial atau berkemampuan khusus atau mempunyai indra ke 6 sedangkana aku hanyalah manusia biasa , sekitar pukul 12 siang dian menjemputku dengan mobil Honda jazz miliknya , perjalanan ke pondok indah memakan waktu sekitar 30 menit karena letak rumahku didaerah cibubur atau kota wisata , selama di perjalanan aku dan dian memutar kaset KPOP seperti 2ne1 , big bang , shinee , suju , snsd kami memang suka sekali dengan kpop

akhirnya kami sampai di toko buku yang dimaksud , setelah meminta karcis parkir kami berdua masuk kedalam toko buku , aku yang sangat suka dengan novel horror dan juga komik jepang langsung menuju rak novel dan komik , sementara dian hanya sibuk melihat berbagai macam kartu tarot yang tersusun rapih didekat meja kasir , aku tidak menghiraukannya dan tetap sibuk mencari komik atau novel horror , saat  sedang mencari novel horror tiba-tiba aku merasa ada yang mengamatiku disudut rak , tetapi aku terlalu takut untuk melihat siapa yang terus memandangiku perlahan aku memberanikan diri untuk melihat dan saat mencari siapa yang sedang melihatku  dan tanpa sengaja mataku tertuju pada seorang perempuan yang sangat cantik berkulit putih serta menggunakan jilbab merah , beberapa menit aku terus memandanginya yang sibuk membaca novel aku menyadari sesuatu.. ternyata kulit putih perempuan itu bukan kulit putih asli melainkan putih pucat pasi atau sama dengan warna kulit seorang mayat ,  jika diperhatikan lebih dalam wajah perempuan itu terdapat banyak luka memar  dan disekitar matanya juga terdapat goresan yang menurutku sangat mengerikan , aku yang menyadari hal itu segera mengambil novel dan komik yang dimaksud lalu membawanya ke kasir disana aku bertemu dengan dian yang sudah selesai memilih kartu tarot dan menyuruhku untuk ikut membayar ke kasir , setelah selesai aku mengajak dian untuk pergi kedaerah kemang untuk jalan-jalan sebentar karena waktu menunjukan pukul 7 malam , lagu kpop telah selesai diputar kini dimobil hanya ada suasana sepi dan tiba-tiba aku bercerita kepada dian tentang perempuan yang aku lihat ditoko buku…

” ian , tadi gw sempet ketemu cewe deh di toko buku tapi dia itu penampilannya aneh banget serius deh , trus gw liatin badannya kayaknya rusak kulitnya juga kulit mayat , gw takut banget ” ceritaku pada dian ..

” iya , gw tau kok gw juga liat tadi tuh cewe pake kerudung merah kan ?  ” jawab dian enteng

” iya kok lo tau sih ? ngeliat dimana ? ” tanyaku yang penasaran , tetapi dian hanya diam dan tak menjawab pertanyaanku dia hanya sibuk terus melihat ke arah jok , aku melihat raut wajah dian sangat ketakutan dan kuputuskan untuk diam dan menyetel kaset , pukul 9 malam barulah aku sampai dirumah aku berpamitan pada dian dan menawarkan dian untuk mampir tetapi dian menolak! dia bilang orang tuanya sudah menunggu dirumah ..

Keesokannya…

” gee gee gee gee baby baby baby “

Ponselku berbunyi , kulihat ada telfon dari dian dan saat ku angkat ternyata itu orangtua dian , mereka berkata bahwa dian ditemukan kecelakaan didaerah pondok indah dan kabarnya dian sekarang kritis , aku segera membawa mobilku menuju rumah sakit , sesampainya disana aku bertemu dengan orangtua dian  yang terlihat sangat sedih , saat aku melihat dian dari kaca pintu aku sangat terkejut , perempuan yang aku lihat ditoko buku kemarin ! dia tampaknya mengetahui keberadaannku dan dengan cepat dia sudah ada di belakangku dan menyapaku ..

” kamu teman dian ? , aku yang membuat dian seperti ini! saat dian sedang menyupir tiba-tiba aku datang dan mengacaukan pikirannya akhirnya dian membanting stir dan mobilnya menabrak pembatas jalan ” katanya lirih..

seketika aku menangis , dan menyuruh dia pergi ! tetapi justru hari demi hari dia malah menghantuiku dan masuk kedalam mimpiku berteriak ” gelap ” aku dianggap gila oleh orangtuaku , sore ini mereka berencana membawaku ke rumah sakit jiwa didaerah bogor sebelum berangkat dian yang sudah keluar dari rumah sakit datang menjengukku , dia membisikanku sesuatu…

” inge , cewek itu namanya maya nge , dia mati ketabrak truk katanya mayatnya ancur dan ada dikali daerah pondok indah , kalo kamu mau aku akan mencari mayatnya Maya dan menguburkannya maka kamu gak akan diganggu lagi … ” 

suara dian sangat lirih dan seperti akan menangis , dian permisi kepada orangtuaku dan segera pergi.. setelah itu orangtuaku membawaku kerumah sakit ini , aku ditempatkan dibangsal nomor 11 , setiap malam Maya mendatangiku sambil tertawa kegirangan , dia bilang ini semua salahku ! saat melihatnya ditoko buku harusnya aku tidak membicarakannya dengan dian .. setiap malam Maya datang kekamarku terkadang dia tertawa terkadang dia menangis , pernah suatu hari Maya hampir membuatku bunuh diri dengan menggores lenganku dengan pecahan kaca yang ada dikamarku tetapi kemudian para dokter datang dan memindahkanku kekamar yang kecil yang menurutku sangat kecil , tidak ada kamar mandi ataupun kaca …

malam ini .. jika dihitung ini sudah malam ke 112 sejak aku masuk dirumah sakit ini , orangtuaku datang menjengukku dan berkata bahwa Dian tewas tenggelam , aku hanya diam dan membatu.. jujur aku tidak tahu bagaimana cara menangis , tertawa atau tersenyum aku sudah melupakan semua hal itu , saat kedua orangtuaku pergi kamarku menjadi sunyi dan gelap , tiba-tiba terdengar suara tertawa yang tidak asing bagiku ! ya, itu suara Maya .. mau apa dia kali ini ? pikirku dalam hati , setengah jam dia tertawa , menangis bahkan berteriak sangat kencang , hingga akhirnya pukul 12 malam  tepat  , Maya berhenti dan duduk didepanku , dia hanya duduk diam memaku menatapku , seketika tangannya sampai keleherku aku tidak bisa berteriak dan aku tidak tahu mengapa , leherku terus dicengkramnya hingga aku tidak sadarkan diri .. ya! aku mati dimalam ke 113 dibangsal nomor 11 …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s